<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS SAI RESCUE</title> 
				<description>+62 813-3716-1777</description>
				<link>http://www.sairescue.web.id</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU DADAN </title>
						                <link>https://sairescue.web.id/berita/detail/selamat-menempuh-hidup-baru-dadan-</link>
						                <description></description>
					                </item><item>
						                <title>BASARNAS DENPASAR ADAKAN PELATIHAN TEKNIS MFR KEPADA POTENSI SAR BALI</title>
						                <link>https://sairescue.web.id/berita/detail/basarnas-denpasar-adakan-pelatihan-teknis-mfr-kepada-potensi-sar-bali</link>
						                <description>Dalam sambutan Bupati Buleleng yang dibacakan oleh Asisten Satu Sekwilda, I.B Suadnyana, S.H.,M.Si. mengatakan bahwa Kabupaten Buleleng merupakan daerah rawan bencana untuk itu seperti apa yang diamanatkan dalam UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana bahwa dalam melaksanakan tugas secara terintegrasi perlu tahapan yang meliputi Pra Bencana, Tanggap Darurat dan Pasca Bencana. Pada upaya Pra Bencana dilakukan mitigasi, deseminasi serta membangun kesadaran masyarakat sebagai upaya pencegahan. Khusus pada Tanggap Darurat Basarnas bersama potensi SAR lainnya akan hadir melakukan upaya pencarian dan pertolongan obat penggugur kandungan serta evakuasi. Peran dan kemampuan tim evakuasi sangat diharapkan bisa menyelamatkan banyak korban, untuk itu melalui pelatihan ini salah satu bentuk upaya menjaga profesionalisme tim SAR atau tim evakuasi dengan didukung peralatan yang memadai. "Sebagai Kepala Daerah, saya sangat berterima kasih kepada Basarnas Khususnya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar yang telah memilih wilayah kami sebagai tempat penyelenggaraan latihan, besar harapan kami, pelatihan teknis Medical Fisrt Responder  ini benar-benar bisa memberikan manfaat buat peserta pelatihan serta dapat diaplikasikan kepada masyarakat," imbuh Suadnyana.Disisi lain Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Gede Darmada, S.E., M.A.P. dalam sambutannya menegaskan kembali adanya amanah dari UU Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Pencarian dan Pertolongan. Pada aturan itu dibunyikan bahwa Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan memiliki kewajiban melaksanakan pembinaan Potensi SAR ke semua kalangan di seluruh penjuru tanah air. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan kegiatan Pelatihan Teknis Potensi SAR. "Kami menyadari dengan keterbatasan SDM yang kami miliki, keterlibatan Potensi SAR sangat membantu dalam pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan menjadi penting, karena Basarnas tidak bisa bekerja sendiri, " lanjut Darmada. Selain upaya dalam membangun karakter bangsa (SAR PREVENTIVE) kegiatan ini juga merupakan salah satu prioritas Nasional pembangunan sumber obat cytotec daya manusia yang dicanangkan oleh Presiden Bapak Joko Widodo.Selama pelatihan berlangsung peserta harus mampu menyelesaikan 72 Jam Pelajaran (JP), Nantinya peserta yang dinyatakan lulus akan diberikan sertifikat dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Sebelum mengikuti pelatihan peserta diwajibkan melakukan rapid antigen dan mematuhi protokol kesehatan. (Krs - Dps)Setelah melaksanakan pelatihan teknis pertolongan pertama/ Medical First Responder sejak hari Selasa (22/3/2022), akhirnya seluruh peserta telah mendapatkan materi dan praktek tentang teknis pertolongan pertama. Acara ditutup secara resmi oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali), Gede Darmada, S.E., M.A.P. bertempat di halaman Pos SAR Buleleng, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Dalam kesempatan tersebut Gede Darmada mengatakan bahwa pelatihan teknis portolongan pertama ini cenderung lebih sulit dibandingkan pelatihan-pelatihan yang lain. "Benar, pelatihan ini lebih sulit dibandingkan pelatihan SAR lainnya, karena peserta harus mengingat bagian-bagian dari anatomi tubuh manusia agar dapat memberikan pertolongan pertama dengan baik, " imbuhnya. Pelatihan teknis ini adalah pelatihan yang setingkat lebih tinggi dari pelatihan dasar, diharapan peserta dapat mengaplikasikan seluruh materi pelajaran yang didapat saat memberikan pertolongan pertama sebelum tim medis datang.Pelaksanaan pelatihan teknis pertolongan pertama yang sejatinya dilaksanakan hingga tanggal 28 Maret 2022 dipadatkan satu hari lebih awal yaitu pada Minggu, (27/3/2022). Seluruh peserta sangat antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan baik materi dan praktek yang diberikan oleh Instruktur profesional. Kreteria sertifikasi yang telah ditetapkan oleh Basarnas adalah peserta mampu mengikuti jam pelajara hingga mencapai 72 jam. "Saya sangat terkesangan dengan semangat para peserta, mau belajar dari pagi hingga malam hari, semoga kedepannya semangat ini tetap ada demi memberikan pelayanan SAR secara cepat kepada masyarakat dengan keberadaan potensi SAR, khususnya di Kabupaten Buleleng," terang Darmada.Setelah tersertifikasi  peserta diharapkan mampu melakukan teknik-teknik pertolongan diantaranya penilaian korban, pemindahan korban, bantuan hidup dasar, resusitasi jantung paru, terapi oksigen, penanganan patah tulang, cedera jaringan lunak dan organ dalam, penanganan luka bakar dan cedera kepala, dada dan tulang belakang.Dalama sambutannya, Gede Darmada menjelaskan bahwa Kabupaten Buleleng termasuk kabupaten yang rawan akan terjadinya bencana dan kecelakaan. Untuk itu diperlukan kesigapan tim penolong dalam memberikan pertolongan pertama/ medical first responder terhadap korban bencana atau kecelakaan yang memerlukan bantuan, sehingga semakin cepat respontime semakin besar pula kemungkinan korban bisa diselamatkan.Acara penutupan pelatihan teknis pertolongan di Kabupaten Buleleng selesai dilaksanakan pukul 11.00 Wita. Sebagai simbolis telah berakhirnya pelatihan, Kepala Kantor Basarnas Bali melakukan pelepasan tanda peserta yang diwakilkan oleh 2 orang peserta. "Dengan berakhirnya pelatihan potensi teknis pertolongan pertama ini, nantinya dari 50 orang peserta 48 orang akan memperoleh sertifikasi  langsung dari Basarnas dan dianggap telah memiliki kemampuan di bidang pertolonga pertama. Disayangkan ada 2 orang lainnya dinilai belum mampu dalam memenuhi kreteria sertifikasi Basarnas," silapakprestasi. (Krs - Dps)sumber : https://basarnas.go.id/artikel/basarnas-bali-resmi-tutup-pelatihan-teknis-pertolongan-pertama-di-kabupaten-buleleng</description>
					                </item><item>
						                <title>Pembinaan SAR COMMUNITY Bidang Pertolongan Pertama pada SAI RESCUE Bali Nusra</title>
						                <link>https://sairescue.web.id/berita/detail/pembinaan-sar-community-bidang-pertolongan-pertama-pada-sai-rescue-bali-nusra</link>
						                <description>Pembinaan SAR COMMUNITY Bidang Pertolongan Pertama pada SAI RESCUE Bali Nusra BASARNAS,  bekali 50 Relawan SAI Rescue Teknik Pertolongan Pertama.Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) melalui Direktorat Bina Potensi menggelar kegiatan Pembinaan SAR Community di Bidang Teknik Pertolongan Pertama kepada 50 orang Relawan SAI Rescue pada Jumat pagi, 18/8/2023. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dasar SAR bagi komunitas guna meningkatkan kesiapan dalam menghadapi keadaan darurat. Dalam kesempatan itu Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, S.H. membuka secara resmi kegiatan Pembinaan SAR Community di gedung Sai Study Group Denpasar, Jalan Kemuda III No 6.“Saya harapkan peserta mampu mengikuti baik secara materi dan praktek, karena teknik pertolongan pertama merupakan teknik mendasar yang harus dimiliki seorang penolong. Nantinya ilmu yang didapat bisa diaplikasikan ditingkat keluarga dan masyarakat yang menghadapi keadaan darurat” imbuhnya.</description>
					                </item><item>
						                <title>PELAYANAN EMERGENCY GEMPA LOMBOK</title>
						                <link>https://sairescue.web.id/berita/detail/pelayanan-emergency-gempa-lombok</link>
						                <description>ndonesia yang merupakan jalur cincin api kembali terkena dampak akibat gempa bumi dan kali ini lebih dari sekali, sejak 27 Juli hingga Agustus tercatat yang diatas 5.0 Scr sudah lebih dari 5 kali dan yang paling parah terjadi pada tanggal 5 Agustus berkekutan 7.0 Scr adapun daerah yang terparah adalah wilayah Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram. Korban terbanyak terdapat di daerah Lombok Utara. Total keseluruhan korban meninggal sampai dengan saat ini sebanyak 548 orang, ribuan warga kehilangan rumah, ribuan orang luka-luka dan trauma, sebagian besar mereka andalah anak-anak dan lansia. Para korban masih berada di pengungsian dan sebagian membuat tenda di depan pung rumah mereka. Melihat bencana ini Organisasi Sai Indonesia (SSGI) tidak tinggal diam sejak bencana terjadi sampai saat ini baik itu Sevadal, Sai Rescue, Mahila, SYA, bahu membahu memberikan pertolongan dari berbagai segi; evakuasi, dapur umum, penyaluran logistic, kesehatan, PNK dan lain sebagainya. Berikut adalah ringkasan kegiatan yang telah dilakukan: SOSIOCARESejak tanggal 30 Juli 2018 SSGI telah mengirim bantuan- bantuan logistik diantaranya, terpal, selimut, air mineral, beras, pampers dan perlengkapan sandang lainnya yang disalurkan ke Desa Sajang Lombok Timur dan Desa Baloan Lombok Utara. Bantuan juga diberikan di desa Adopsi SSGI yaitu di Desa Jeliman Ireng Lombok Utara dimana dibuat dapur umum untuk mempermudah penyaluran bantuan berupa makanan kepada korban gempa. Ibu- ibu mahila membantu memasak makanan yang akan disebarkan bagi para korban bencana. Penyaluran bantuan terus dilakukan di wilayah- wilayah yang telah diseurvei seperti Desa Khayangan Lombok Utara berupa beras, selimut, mie instan, air mineral dan terpal bantuan ini diterima oleh 77 KK. Bantuan juga diarahkan ke daerah Lombok Barat yaitu di Desa Tanah Embet sebanyak 150 KK telah menerima bantuan berupa kebutuhan sandang. Selain dapur umum, SSGI bersama- sama dengan warga bahu membahu membangun 6 kamar mandi umum, memasang pipa dan penampungan air dengan kapasitas 1100 Liter. Tenda minimalis dibuat juga untuk para warga untuk memudahkan mereka dalam beribadah. Pembersihan puing- puing bangunan pun terus dilakukan oleh tim Rescue dibantu oleh warga sekitar mereka bahu membahu memperbaiki apa saja yang masih bisa dimanfaatkan. MEDICAREBantuan berupa pelayanan kesehatan juga telah dilakukan dengan bantuan tim medis, rescue, penggurus SSGI dan para bhakta Lombok Unity. Adapun kegiatan pelayanan kesehatan telah dilakukan di beberapa Desa diantaranya Desa Sajang Lombok Timur, Desa Baloan dan Jeliman Ireng Lombok Utara (program Desa Adopsi SSGI), Desa Gunung Sari, Desa Tanah Ebet Lombok Barat. Bantuan juga diberikan kepada penyandang disabilitas berupa 2 buah kursi roda yang diberikan langsung kepada korban pasca gempa Lombok.  Luka-luka dan penyakit umum menjadi sasaran utama timmedis.EDUCARE Pendidikan Nilai- nilai kemanusian juga dilakukan dibeberapa tempat pengungsian dimana sasaran dari kegiatan ini adalah anak- anak. Pendekatan kepada anak- anak dipengungsian dilakukan untuk menggurangi rasa trauma mereka akibat gempa yang terus terjadi yang telah menghancurkan rumah, lingkungan bahkan sekolah mereka. Kegiatan ini di handle oleh para youth Lombok unity, youth yang datang dari berbagai daerah seperti Bali dan Jawa. Anak- anak diajak melakukan 5 metode penting yang selalu diterapkan setiap pengisian kelas PNK yaitu berdoa, bercerita, bernyanyi, bermain dan bergembira bersama. Kegiatan ini telah rutin dilakukan dibeberapa desa diantaranya Desa Sajang, Desa Baloan, Desa Jeliman Ireng dan Desa Gunung Sari Lombok. Kegiatan PNK ini rencananya akan rutin dilakukan selama seminggu sekali khususnya di desa adopsi SSGI yaitu Desa Jeliman Ireng yang terletak di Lombok Utara. Anak- anak diajarkan untuk saling berbagi, saling menerima satu sama lain walaupun mereka mungkin berbeda agama ataupun suku. Dalam PNK merekapun diajarkan bahwa kita semua ini bersaudara. Anak- anak sangat antusias untuk kegiatan ini.  PERINGATAN 17 AGUSTUSDalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke- 73 pada tanggal 17 Agustus 2018 di pengungsian tepatnya di Desa Tebango Lombok Utara telah dilakukan Upacara Bendera, Kegiatan PNK dan tarian- tarian oleh anak- anak dan pemuda pemudi dilingkungan tersebut,juga di isi dengan loba melukis di reruntuhan puing-puing gempa. Antusias mereka sama sekali tidak berkurang meskipun berada dipengungsian. Mereka tetap bisa merasakan semaraknya hari kemerdekaan dengan membuat atribut- atribut merah putih. Kegiatan ini diikuti sekita 82 KK dan kurang lebih 15 sevadal ikut turut serta dalam kegiatan tersebut.   Hingga laporan ini dimuat Seva oleh para sevadal yang dimotori oleh SSG Lombok, Sai Rescue dan SSGI untuk bencana gempa di Lombok masih berlangsung, terlebih beberapa hari belakangan masih terjadi gempa-gempa susulan dan lagi-lagi menimbulkan korban. Dan ada planing kedepanya untuk adopsi Desa Jeliman Ireng Lombok Utara sebagai desa wisata. Semoga Bhagavan memberkati sehingga cepat normal kembali, tidak ada gempa-gempa susulan lagi. Serta para korban tetap tabah dan kuat. Jay Sai Ram             </description>
					                </item><item>
						                <title>REHABILTASI PASCA GEMPA LOMBOK</title>
						                <link>https://sairescue.web.id/berita/detail/rehabiltasi-pasca-gempa-lombok</link>
						                <description>Kegiatan seva pasca gempa dahsyat yang mengguncang Lombok pada tanggal 27 Juli dan 5 Agustus 2018 terus dilakukan. Khususnya untuk Desa yang telah menjadi Desa adopsi SSGI yaitu Desa Jeliman Ireng Kecamatan Pamenang Lombok Utara. Pembersihan puing- puing bangunan yang telah roboh telah mulai dibersihkan oleh warga dibantu beberapa relawan. Penyaluran makanan melalui dapur umum pun terus dilakukan serta pengajaran PNK dari youth juga turut serta dalam kegiatan tersebut. Pada tanggal 31 Agustus telah dilakukan survey untuk mengidentifikasi kebutuhan air bersih ke Desa Pawang Timpas Kecamatan Bayan Lombok Utara. Berdasarkan hasil survey dilapangan Team SSGI datang ke Posko Jeliman Ireng untuk pemasangan water project treatment agar air tersebut langsung siap minum. Para relawan dan warga juga bahu membahu membangun balai banjar di Desa Jeliman Ireng. Untuk mengisi kekosongan para mahila, youth dan warga khususnya ibu- ibu telah melakukan pembuatan “ingke” atau anyaman dari bambu yang dapat dimanfaatkan baik untuk pribadi maupun untuk mereka nantinya.Sebanyak 70 tenda berukuran 6x 4 m telah di kirim oleh SSGI dari Jakarta ke Lombok. Sejak tanggal 23 September 2018 warga dan para relawan Lombok Unity telah memasang 35 tenda dan 2 tenda masih dalam proses. 1 Buah tenda diberikan kepada TK yang berada di Baturinggit Clelos. Tenda- tenda yang belum terpasang akan disalurkan ke sekitar Desa yang membutuhkan. Kunjungan dan bantuan trus berdatangan baik dari SSGI maupun dari Zone. </description>
					                </item><item>
						                <title>BASARNAS DENPASAR ADAKAN PELATIHAN TEKNIS MFR KEPADA POTENSI SAR BALI</title>
						                <link>https://sairescue.web.id/berita/detail/basarnas-denpasar-adakan-pelatihan-teknis-mfr-kepada-potensi-sar-bali</link>
						                <description>Dalam sambutan Bupati Buleleng yang dibacakan oleh Asisten Satu Sekwilda, I.B Suadnyana, S.H.,M.Si. mengatakan bahwa Kabupaten Buleleng merupakan daerah rawan bencana untuk itu seperti apa yang diamanatkan dalam UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana bahwa dalam melaksanakan tugas secara terintegrasi perlu tahapan yang meliputi Pra Bencana, Tanggap Darurat dan Pasca Bencana. Pada upaya Pra Bencana dilakukan mitigasi, deseminasi serta membangun kesadaran masyarakat sebagai upaya pencegahan. Khusus pada Tanggap Darurat Basarnas bersama potensi SAR lainnya akan hadir melakukan upaya pencarian dan pertolongan serta evakuasi. Peran dan kemampuan tim evakuasi sangat diharapkan bisa menyelamatkan banyak korban, untuk itu melalui pelatihan ini salah satu bentuk upaya menjaga profesionalisme tim SAR atau tim evakuasi dengan didukung peralatan yang memadai. "Sebagai Kepala Daerah, saya sangat berterima kasih kepada Basarnas Khususnya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar yang telah memilih wilayah kami sebagai tempat penyelenggaraan latihan, besar harapan kami, pelatihan teknis Medical Fisrt Responder  ini benar-benar bisa memberikan manfaat buat peserta pelatihan serta dapat diaplikasikan kepada masyarakat," imbuh Suadnyana.Disisi lain Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Gede Darmada, S.E., M.A.P. dalam sambutannya menegaskan kembali adanya amanah dari UU Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Pencarian dan Pertolongan. Pada aturan itu dibunyikan bahwa Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan memiliki kewajiban melaksanakan pembinaan Potensi SAR ke semua kalangan di seluruh penjuru tanah air. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan kegiatan Pelatihan Teknis Potensi SAR. "Kami menyadari dengan keterbatasan SDM yang kami miliki, keterlibatan Potensi SAR sangat membantu dalam pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan menjadi penting, karena Basarnas tidak bisa bekerja sendiri, " lanjut Darmada. Selain upaya dalam membangun karakter bangsa (SAR PREVENTIVE) kegiatan ini juga merupakan salah satu prioritas Nasional pembangunan sumber daya manusia yang dicanangkan oleh Presiden Bapak Joko Widodo.Selama pelatihan berlangsung peserta harus mampu menyelesaikan 72 Jam Pelajaran (JP), Nantinya peserta yang dinyatakan lulus akan diberikan sertifikat dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Sebelum mengikuti pelatihan peserta diwajibkan melakukan rapid antigen dan mematuhi protokol kesehatan. (Krs - Dps)Setelah melaksanakan pelatihan teknis pertolongan pertama/ Medical First Responder sejak hari Selasa (22/3/2022), akhirnya seluruh peserta telah mendapatkan materi dan praktek tentang teknis pertolongan pertama. Acara ditutup secara resmi oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali), Gede Darmada, S.E., M.A.P. bertempat di halaman Pos SAR Buleleng, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Dalam kesempatan tersebut Gede Darmada mengatakan bahwa pelatihan teknis portolongan pertama ini cenderung lebih sulit dibandingkan pelatihan-pelatihan yang lain. "Benar, pelatihan ini lebih sulit dibandingkan pelatihan SAR lainnya, karena peserta harus mengingat bagian-bagian dari anatomi tubuh manusia agar dapat memberikan pertolongan pertama dengan baik, " imbuhnya. Pelatihan teknis ini adalah pelatihan yang setingkat lebih tinggi dari pelatihan dasar, diharapan peserta dapat mengaplikasikan seluruh materi pelajaran yang didapat saat memberikan pertolongan pertama sebelum tim medis datang.Pelaksanaan pelatihan teknis pertolongan pertama yang sejatinya dilaksanakan hingga tanggal 28 Maret 2022 dipadatkan satu hari lebih awal yaitu pada Minggu, (27/3/2022). Seluruh peserta sangat antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan baik materi dan praktek yang diberikan oleh Instruktur profesional. Kreteria sertifikasi yang telah ditetapkan oleh Basarnas adalah peserta mampu mengikuti jam pelajara hingga mencapai 72 jam. "Saya sangat terkesangan dengan semangat para peserta, mau belajar dari pagi hingga malam hari, semoga kedepannya semangat ini tetap ada demi memberikan pelayanan SAR secara cepat kepada masyarakat dengan keberadaan potensi SAR, khususnya di Kabupaten Buleleng," terang Darmada.Setelah tersertifikasi  peserta diharapkan mampu melakukan teknik-teknik pertolongan diantaranya penilaian korban, pemindahan korban, bantuan hidup dasar, resusitasi jantung paru, terapi oksigen, penanganan patah tulang, cedera jaringan lunak dan organ dalam, penanganan luka bakar dan cedera kepala, dada dan tulang belakang.Dalama sambutannya, Gede Darmada menjelaskan bahwa Kabupaten Buleleng termasuk kabupaten yang rawan akan terjadinya bencana dan kecelakaan. Untuk itu diperlukan kesigapan tim penolong dalam memberikan pertolongan pertama/ medical first responder terhadap korban bencana atau kecelakaan yang memerlukan bantuan, sehingga semakin cepat respontime semakin besar pula kemungkinan korban bisa diselamatkan.Acara penutupan pelatihan teknis pertolongan di Kabupaten Buleleng selesai dilaksanakan pukul 11.00 Wita. Sebagai simbolis telah berakhirnya pelatihan, Kepala Kantor Basarnas Bali melakukan pelepasan tanda peserta yang diwakilkan oleh 2 orang peserta. "Dengan berakhirnya pelatihan potensi teknis pertolongan pertama ini, nantinya dari 50 orang peserta 48 orang akan memperoleh sertifikasi  langsung dari Basarnas dan dianggap telah memiliki kemampuan di bidang pertolonga pertama. Disayangkan ada 2 orang lainnya dinilai belum mampu dalam memenuhi kreteria sertifikasi Basarnas," tutup Darmada. (Krs - Dps)sumber : https://basarnas.go.id/artikel/basarnas-bali-resmi-tutup-pelatihan-teknis-pertolongan-pertama-di-kabupaten-buleleng</description>
					                </item><item>
						                <title>SEVA (PELAYANAN) BALI BANGKIT TATANAN ERA BARU</title>
						                <link>https://sairescue.web.id/berita/detail/seva-pelayanan-bali-bangkit-tatanan-era-baru</link>
						                <description>Seperti yang kita rasakan saat ini, pandemi Covid-19 yang telah melanda berbagai belahan negara di dunia termasuk Indonesia selama berbulan-bulan lamanya, menimbulkan berbagai dampak. Tak hanya dibidang kesehatan, terhambatnya perkembangan ekonomi pun tak luput dari perhatian berbagai kalangan. Sebagai salah satu daerah yang turut menyumbang devisa terbesar kepada negara melalui sektor pariwisata, Bali pun optimis untuk kembali bangkit dan pulih dalam kondisi ekonomi yang sempat terhambat akibat pandemi. Salah satu langkah awalnya adalah dengan membantu sesama. Melihat situasi dan kondisi seperti ini, ada banyak tangan yang terlibat untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan akibat pandemi. Melalui Giat Aksi Sosial Relawan dan Satgas Covid-19 Provinsi Bali, turut bergabung Tim Sai Rescue, Ibu Gubernur Provinsi Bali, Bupati Klungkung, Dinas Lingkungan Hidup, Organisasi Perangkat Daerah, serta 15 relawan lainnya yang turut bergabung dalam Aksi Sosial yang berlangsung pada 15 Agustus 2020 di Pelabuhan Tradisional Kusamba Sebanyak 167 paket sembako (yang terdiri dari beras 5kg, 10 mie instan, gula, minyak goreng, dan kue kering), masker sebanyak 1.800 biji, dibagikan kepada masyarakat sekitar khusunya kepada masyarakat yang bekerja sebagai pendorong perahu disekitar pelabuhan. Tak hanya paket sembako, paket pola hidup bersih dan sehat yang terdiri dari 3 biji masker dan 2 sabun batang juga dibagikan sebanyak 167 paket. Fogging, bersih-bersih pantai, dan pengobatan gratis juga dilakukan dalam aksi sosial ini. Semoga dengan adanya kegiatan ini, dapat membantu meringankan beban saudara kita dan menjadi dorongan semangat bagi saudara kita lainnya untuk selalu membantu sesama. Baba memberkati kita semua</description>
					                </item><item>
						                <title>PIAGAM PENGHARGAAN RELAWAN SATGAS 19</title>
						                <link>https://sairescue.web.id/berita/detail/piagam-penghargaan-relawan-satgas-19</link>
						                <description>Selama pencegahan Covid berlangsung di Bali, Sai Rescue telah dipercaya bergabung dalam SATGAS Pencegahan Covid Prov Bali, dan selama itu  (dari 12 April 2020) Sai Rescue mengabdi tanpa lelah ikut mengawal pencegahan Covid dari pasar, lapangan, jalanan, tempat umum hingga bahkan ke perbatasan Bali - Ketapang. Atas pengabdian pada negara ini, Pemerintah Prov Bali yang dalam hal ini diwakili oleh Sekda Prov Bali pada tanggal 30 Juli memberikan piagam penghargaan Kepada Sai Rescue yang diwakili oleh Bro Sujana dan Bro Dewa Mahayana, dan juga seluruh relawan yang tergabung dalam satgas Covid 19. Hal ini tidak terlepas karena berkat Bhagawan dan dukungan dari Organisasi Sai dan tentu saja para bhakta khususnya Sevadal serta simpatisan Sai Rescue. Tentu saja ini merupakan kebangaan dan sebuah contoh ideal bagaimana ajaran Sai tercermin dalam wujud nyata dalam pegabdian pada masyarakat, dengan ketulusan dan semata-mata bhakti bagi pertiwi. Penghargaan bukanlah hal yang utama yang ingin diraih Sai Rescue, lebih daripada itu adalah  bagaimana bisa mengabil kesempatan untuk dapat menerapkan ajaran Sai mengenai Love All Serve All untuk masyarakat dan negara. Selamat Sai Rescue!</description>
					                </item><item>
						                <title>Momen Hut Ke-77 RI, BASARNAS Harus Mampu Memberikan Pelayanan SAR Yang Prima dan Kontribusi Positif </title>
						                <link>https://sairescue.web.id/berita/detail/momen-hut-ke77-ri-basarnas-harus-mampu-memberikan-pelayanan-sar-yang-prima-dan-kontribusi-positif-dalam-mewujudkan-indonesia-maju</link>
						                <description>adan Nasional Pencarian dan Pertolongan melaksanakan Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.. Upacara dilaksanakan di lapangan Kantor pusat Basarnas, Rabu, 17 Agustus 2022 mulai pukul 07.30 WIB. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi menjadi inspektur upacara dan diikuti oleh seluruh pejabat pimpinan tinggi madya, pratama, dan seluruh pegawai BasarnasPelaksanaan Upacara HUT ke-77 RI ini merupakan momen bangkitnya bangsa Indonesia kembali setelah dua tahun belakangan dilanda musibah Covid-19, sehingga selama dua tahun tersebut pelaksanaan Upacara Kemerdekaan dilaksanakan secara virtual. HUT kali ini mengangkat tema “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. Tema tersebut memiliki sebuah harapan agar bangsa Indonesia bisa bangkit dari peristiwa yang telah terjadi selama dua tahun terakhir tersebut.Pada momen Upacara HUT ke-77 RI kali ini, ada delapan pegawai Basarnas yang menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya, masing-masing lima orang dengan pengabdian 30 tahun, satu orang dengan pengabdian 20 tahun, dan dua orang mendapat penghargaan atas pengabdiannya selama 10 tahun. “Kita, Basarnas, adalah bagian dari pemerintah, sebagai leading sector bidang penyelenggaraan SAR yang bertanggung jawab langsung di bawah presiden, harus mampu memberikan pelayanan SAR yang prima, sehingga mampu memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan Indonesia maju,” tegas Kabasarnas dalam sambutannya.abasarnas menambahkan bahwa Quick Response Search And Rescue yang dilandasi nilai-nilai profesional, sinergi, dan militan harus dilaksanakan dengan sepenuh hati. Selebihnya, orang nomor satu di Basarnas tersebut berpesan agar sebagai Aparatur Sipil Negara harus melaksanakan tugas sesuai dengan core values berakhlak, yaitu “berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, dan kolaboratif”. Berakhlak merupakan pondasi bagi ASN dalam mewujudkan satu kesamaan persepsi, baik pola pikir maupun pola tindak, sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh seluruh ASN. “Semoga, semangat dan pengorbanan para pahlawan yang kita banggakan dapat merasuk ke dalam jiwa dan raga kita dalam menjalankan tugas-tugas di bidang SAR,” harap Kabasarnas mengakhiri sambutannya.</description>
					                </item></channel>
  	</rss>